Jumat, 27 November 2015

Bersama Lembaga Dakwah Kampus Kita Berhijrah

aktifis dakwah kampus © arrahmah
Allahu Akbar!! Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!
Merinding aku mendengarnya. Merasakan getar semangat ini. Baru saja. Baru saja aku merasakan yang seperti ini. Seorang ketua umum yang baru saja kukenal tak lebih dari sebulan yang lalu itu pada akhir taujihnya telah mengguncangkan semangatku. Ah, maaf kawan, aku salah. Bukan hanya aku. Tapi aku dan semua teman-teman yang duduk di ruangan kecil ini, semua teman-teman yang juga tak lebih dari sebulan lalu kukenal. Ya, menggetarkan semangat baru itu. Menggetarkan semangat dakwah..
Ya Allah.. Alhamdulillah,
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??
Sekian lama perjalanan kereta dakwah ini melaju, kian banyak jua tetesan embun hikmah yang menyejukkan langkah kehidupan. Biarlah Allah terus melanjutkan skenarioNya untuk kita. Dia-lah yang Maha Membolak-balikkan hati, lagi Maha Mengetahui..
Mungkin itulah awal yang dirasakan satu dari sekian juta pecinta dakwah..
Yang kini telah beranjak serupa antum/antuna, menjadikan dakwah sebagai laku utama..
Ya, Pertemuan indah dengan sebuah Lembaga Dakwah Kampus inilah jawabannya. Serasa menemukan dunia baru dalam kehidupan yang sebenarnya telah lama dijalani. Rasa syukur itu hingga kini telah menjadi satu tangga yang ingin terus kita bangun bersama. Kita bangun tangga–tangga yang tinggi dalam perjalanan lembaga dakwah kampus ini. Membangunnya hingga semakin dekat pada keridhoanNya. Hanya untuk itu, bukan yang lain. Untuk meraih keridhoan Allah..
Layaknya kaum Muhajirin yang berhijrah hingga dipersaudarakan dengan kaum Anshar, begitulah hijrahnya cinta seorang muslim kepada Rabbnya. Tak perlu ragu, takut.. apalagi malu untuk berhijrah! Kota Mekah yang kala itu disebut–sebut sebagai kota yang mulia, rela ditinggalkan demi menjalankan perintah Rabbnya untuk berhijrah. Hijrah ini telah dipahami sedemikian mendalam oleh para muhajirin, bahwa hijrah adalah tahapan dakwah para nabi dan rasul, juga akan terus terjadi pada orang–orang yang beriman.
Rasulullah SAW bersabda, “Hijrah tak akan terputus sampai terputusnya taubat. Sedang Taubat tak akan terputus hingga matahari terbit dari arah barat (kiamat).” (HR Ahmad)
Sebelumnya pun telah ada masa ketika hijrah itu telah ditetapkan Allah pada nabi dan rasulNya..
Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke tempat yang diperintahkan Tuhanku; Sungguh Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”. (QS Al Ankabut: 26)
Kita telah memilih bersama LDK untuk berhijrah. Allah pun telah tentukan takdir terbaikNya untuk kita. Berhijrah menuju tempat yang lebih dekat dan kian dekat di sisiNya. Jangan lengah kawan, bersama LDK kita berhijrah. Mengantarkan hikmah di segala ranah..
“Hai orang-orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-mu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah! Dan perbuatan dosa tinggalkanlah! Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah!” (QS.Al Mudatstsir: 1 – 7)
Maka istiqomahlah.. Istiqomahlah menjadikan dakwah sebagai laku utama,
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr : 1-3)
Bersama LDK kita berhijrah, mengantarkan hikmah ke segala ranah..
Ma’annajah para Duta LDK ! [Putri Dwi Novitasari]

Mengatur Sistem Mentoring Jurusan : Integrasi Antara Pra Mentoring, Mentoring Wajib, dan Mentoring Lanjutan

salmanitb
Sejak awal tahun 2000, banyak kampus-kampus negeri yang telah melegalkan aktivitas mentoring sebagai sarana pembinaan formal kegiatan keagamaan islam yang pelaksanaannya diamanahkan kepada Lembaga Dakwah Kampusnya (LDK) masing-masing. Aktivitas mentoring ini juga dimaksudkan sebagai follow up kegiatan training kepribadian yang diikuti mahasiswa baru agar terjaga moral dan perbuatannya dari perilaku-perilaku penyimpangan sosial. Aktivitas mentoring ini oleh pihak rektorat kampus biasanya diintegrasikan dengan mata kuliah agama yang pelaksanaannya diserahkan kepada LDK. Biasanya Badan Pelaksanan Mentoring yang ada dalam sebuah struktur LDK sebagai pelaksana teknis aktivitas mentoring, telah membagi jadwal mentoring jurusan menjadi dua periode, yaitu periode semester ganjil dan periode semester genap. Hal ini dilakukan karena terbatasnya pengajar/dosen agama islam di kampus-kampus negeri sehingga mau tidak mau pihak rektorat harus membuat regulasi mata kuliah agama islam ini agar lebih teratur.
Pembagian jadwal yang seperti bukannya tanpa masalah, dan menuntut LDK sebagai pelaksana mentoring harus cerdas dalam melakukan manajemen mentoring. Kita akan mencoba menelaah permasalahan yang ada karena pembagian jadwal yang seperti ini. Mungkin beberapa orang diantara kita ada yang bertanya-tanya, mengapa LDK tidak membarengkan kegiatan mentoring yang ada di jurusan sekaligus? Beberapa pertimbangan telah menjadikan dasar bahwa pelaksanaan mentoring harus dibagi menjadi dua periode. Beberapa faktor diantaranya adalah terbatasnya jumlah mentor yang tersedia, penyesuaian dengan mata kuliah agama di beberapa jurusan, serta jumlah massa yang begitu besar yang membutuhkan penanganan teknis yang menyedot tenaga sangat besar.
Kembali ke topik utama, dengan adanya penjadwalan yang seperti ini, maka otomatis akan ada beberapa jurusan yang pelaksanaan mentoring wajibnya “terlambat” karena harus dilaksanakan pada semester genap. Umumnya keluhan-keluhan dan rasa khawatir muncul dari jurusan-jurusan yang pelaksanaan mentoring wajibnya ada di semester genap. Mereka seolah-olah merasa kehilangan momentum untuk merekrut kader/mahasiswa baru melalui mentoring wajib. Untuk mengatasi persoalan seperti ini, kita bisa menyiasatinya dengan mengadakan pra-mentoring.
Seperti apa pra-mentoring itu? Pada prinsipnya, kita hanyalah ingin memanfaatkan momentum mahasiswa baru yang masih berada dalam “kekuasaan” atau “kaderisasi” himpunan untuk dikader. Untuk menyelenggarakan pra mentoring ini, kita bisa mengadakan perjanjian dan kerja sama dengan himpunan agar aktivitas pra mentoring ini dijadikan sebagai salah satu kurikulum pendampingan pengkaderan himpunan atau kebanyakan di jurusan/kampus lain dikenal dengan nama IC (Instructure Commite).
Lalu materi apa saja yang disampaikan pada pra mentoring padahal waktu itu belum keluar buku panduan mentoring dari LDK? Jawabnya, tergantung pada kondisi masing-masing jurusan. Namun pada umumnya, bagian kaderisasi himpunan telah memiliki kurikulum tersendiri proses pengkaderan mereka, dan saya yakin diantara kurikulum tersebut pasti terdapat arahan untuk membentuk karakter mahasiswa yang bermoral dan beradab. Nah, disitulah kita bermain. Kita datang kepada pihak himpunan sebagai orang yang mengerti pembinaan karakter sesuai norma-norma agama yang kemudian kita menawarkan konsep-konsep ataupun materi pendampingan yang relevan dengan misi tersebut, misal mencetak kader jurusan yang loyal, amanah, jujur, dsb. Dengan menerapkan sistem ini, maka kedudukan pra mentoring di mata mahasiswa baru adalah kuat, baik dari segi birokrasinya maupun esensinya.
Kondisi tersebut diperuntukkan bagi lembaga dakwah di jurusan/fakultas yang telah mampu merangkul himpunannya untuk berpartner dalam membangun karakter mahasiswa barunya. Namun realita yang ada tidaklah sama di setiap jurusan/fakultasnya. Faktanya, kita menemukan beberapa jurusan yang himpunannya belum begitu bersahabat dengan lembaga dakwah jurusannya. Jika kondisinya seperti itu, maka lembaga dakwah jurusan dapat menggunakan independensinya sebagai suatu lembaga (entah dibawah LDK pusat atau dibawah structural himpunan) untuk melaksanakan aktivitas pra mentoring. Dalam hal ini yang mutlak dilakukan lembaga dakwah jurusan adalah melakukan branding besar-besaran kepada mahasiswa baru bahwa lembaga dakwah juga merupakan organisasi yang ada di jurusan yang prestise-nya setara dengan himpunan. Dengan begitu mahasiswa baru akan percaya bahwa program yang diselenggarakan lembaga dakwah jurusan adalah program yang penting layaknya program kaderisasi himpunan.
Pada prinsipnya, pra-mentoring disini adalah sebagai awalan agar lembaga dakwah jurusan tidak “terlambat” dalam melakukan pembinaan terhadap calon kader. Maka dari itu untuk menjaga keoptimalan dan keberlanjutan dari aktivitas pelaksanaan pra mentoring menuju mentoring wajib, perlu dilakukan pemetaan terhadap komposisi kelompok mentoring yang disesuaikan dengan row materialmahasiswa baru yang akan menjadi objek mentoring. Panitia mentoring jurusan dapat melakukan pendataan melalui kuisioner (atau metode lain seperti wawancara, telaah biodata) kepada mahasiswa baru yang kemudian dari data tersebut kita dapat mengetahui mahasiswa-mahasiswa mana yang memiliki kapasitas lebih dalam bidang keagamaan atau memiliki rasa interest yang lebih kepada dakwah islam. Untuk mendapatkan data tersebut diperlukan kuisioner yang efektif yang mengandung muatan-muatan pertanyaan yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Kuisioner tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi mahasiswa baru yang kemungkinan dulu telah aktif di dakwah sekolah (ADS), aktif di kegiatan remaja masjid, atau mungkin juga siswa/santri lulusan sebuah pesantren yang sudah hafal beberapa juz dalam Al Quran. Lumayan kan?
Setelah kita dapatkan mahasiswa berpotensi, maka kita kelompokkan mahasiswa-mahasiswa tersebut dalam satu kelompok mentoring dan didampingi oleh mentor yang benar-benar kompeten untuk melaksanakan pembinaan. Adapun kondisi ideal satu kelompok mentoring terdiri dari 8 sampai 10 anak. Hal ini dimaksudkan agar dari kelompok tersebut lahirlah kader-kader baru dan utama yang nantinya akan menjadi pilar perjuangan dakwah jurusan setelah kepengurusan lembaga dakwah berganti. Apabila pelaksanaan pra mentoring ini berhasil, maka lembaga dakwah di jurusan tidak akan banyak menemui kesulitan untuk dapat megondisikan mentoring wajib di jurusannya masing-masing. Istilah gampangnya adalah tinggal melanjutkan kelompok mentoring yang sudah terbentuk dan tidak perlu membuat kelompok baru jika tidak benar-benar mendesak. Jika sudah sampai pada mentoring wajib, maka materi yang diberikan haruslah mengikuti buku panduan mentoring yang dikeluarkan oleh LDK selaku pelaksana teknis sebagai standarisasi kurikulum mentoring.
Ada hal yang perlu kita soroti dari para mentor-mentor jurusan dalam setiap pelaksanaan mentoring wajibnya dengan para mente/binaan, yaitu mereka (para mentor) terlalu sering menggembar-gemborkan secara berlebihan kepada mente-mentenya bahwa aktivitas mentoring merupakan bagian dari kegiatan akademik mata kuliah agama sebesar 2 SKS yang harus diselesaikan. Memang hal tersebut adalah benar, namun hal itu akan memberikan dampak negatif berupa penanaman mindset yang keliru dan penempatan niat yang salah bagi para peserta mentoring. Jika memang para mente/binaan telah ber-mindset bahwa mentoring adalah bagian dari mata kuliah agama yang harus diikuti, memang benar selama satu semester mereka akan rajin datang mentoring karena mungkin takut terhadap “ancaman” nilai agama mereka akan buruk. Alhasil, jika seperti itu, pasca mereka (mente-mente) lulus mata kuliah agama, mereka tak berniat lagi mengikuti mentoring. Mentoring dicampakkan dan ditinggalkan begitu saja. Tentu bukan ini yang kita inginkan. Maka dari itu, biarkanlah mente-mente kita menikmati alur pembinaan mentoring yang telah kita program dengan menarik. Biarkan mereka menemukan kesenangannya pada mentoring secara natural. Dengan begitu kita akan mendapatkan kader yang murni latar belakangnya bergabung dalam barisan dakwah ini adalah karena niat tulus karena Allah.
Pasca periode mentoring wajib telah habis, maka pembinaan dapat dilanjutkan dengan mentoring lanjutan. Untuk konteks mentoring lanjutan ini, LDK pusat tidak lagi mengatur dan menangani permasalahan secara teknis langsung. Mentoring lanjutan diserahkan kepada lembaga dakwah jurusan/fakultas untuk dikelola secara independen. Hal ini bukan berarti LDK Pusat lepas tangan. LDK selaku pelaksana teknis tetap memberikan pelayanan dan memfasilitasi lembaga dakwah jurusan agar dapat melaksanakan aktivitas metoring lanjutan dengan nyaman. Pelayanan  yang diberikan berupa suplai mentor, materi e-book mentoring lanjutan, dosen pembimbing, dan konsultasi.
Pada hakikatnya, aktivitas pra mentoring, mentoring wajib dan mentoring lanjutan merupakan satu rangkaian program kaderisasi yang tak terpisahkan. Kesulitan itu pasti ada, dan kesulitan atau keterbatasan itu adalah untuk diselesaikan, bukan untuk ditakuti dan tidak selayaknya menjadi batu sandungan yang akan menghambat kemajuan dakwah kampus. Semua tergantung pada kecerdikan kita. Semoga bermanfaat. (pm)
 

Allah Akan Menguji Kesungguhan dan Komitmen Kita

Ilustrasi. (ariestamerdeka.wordpress.com)dakwatuna.com – Tiap peristiwa dalam jenak kehidupan ini sesungguhnya tidak pernah sepi dari hikmah dan pelajaran yang ingin Allah berikan kepada kita. Apa yang sudah yakini, kita ucapkan dan kita dakwahkan, akan dilihat Allah sejauh mana komitmen dan kesunggguhan kita dalam mengamalkannya. Kita akan diuji kesabarannya, sehingga Allah melihat siapa diantara hamba-hambanya yang bersungguh sungguh dan bersabar.
Tengoklah kembali firman Allah swt di suarat Al-Ankabut ayat 2 “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan kami telah beriman (dalam makna yang luas, meyakini suatu prinsip, nilai, pelajaran dan arahan dari Allah dan Rasulnya) dan mereka tidak di uji?“
Ketika hari ini kau telah mengajarkan besarnya nilai ketaatan istri kepada suami, sebagai seorang istri dalam waktu dekat engkau akan bertemu dengan kesempatan dimana engkau diminta melakukan sesuatu untuk mentaati suamimu, mungkin dalam hal yang terasa berat untuk melaksanakannya, karena begitu padatnya hari harimu dengan aktivitas lain.
Ketika hari ini kau telah mengajak orang lain untuk memiliki sikap dermawan dan gemar memberi , bersedekah, berinfaq, boleh jadi dalam selang waktu yang tidak berbilang, tiba tiba kau didatangi tetangga yang ingin meminjam uang keperluan yang mendesak.
Ketika dalam ceramahmu tadi telah mengajak jamaah untuk mendisiplinkan diri dengan shalat tepat waktu dan berjamaah, tanpa di rekayasa dan direncanakan olehmu, mungkin saat adzan berkumandang, tiba-tiba datang telpon, sms, atau wa yang berisi pesanan bisnis yang harus segera direspon.
Saat tetanggamu meminta nasehat agar bisa bersabar dalam mendidik anak, dan dengan lancar dari lisanmu meluncur nasehat nasehat bijak dan kiat bagaimana bersabar menghadapi berbagai tingkah anak, sangat mungkin sepulang sekolah anak kita tiba tiba membuat ulah yang membangkitkan emosi kita.
Saat dalam status Fb mu telah mengajak untuk menjadi pribadi yang gemar tersenyum pada saudara dan tidak suka cemberut, akan sangat mungkin dalam beberapa jam ke depan akan bertemu dengan seseorang yang selama ini telah membuat kita kesel hati.
Saat di depan murid-muridmu engkau telah mengajak mereka untuk selalu berbuat baik kepada orang tua/birrul waalidain. Tak disangka tiba tibamu orang tua menelpon minta dianter ke dokter, padahal saat itu mungkin engkau sedang terburu-buru mengejar satu jadwal kajian.
Dan seterusnya dan seterusnya, banyak moment dan kejadian yang Allah hadirkan untuk kita bisa membuktikan kesungguhan dan komitmen terhadap suatu kebaikan. Ibaratnya, sebelum orang lain merasakan “beratnya” kebaikan, Allah ingin agar engkau merasakan dahulu pengalaman itu. Sampai kebaikan kebaikan itu bisa menjadi akhlakmu yang kokoh. Maka jika engkau lulus, bukan berarti juga pelajaran pelajaran lain tidak akan berdatangan kembali, ia akan terus hadir mengisi kehidupanmu, hingga kehidupan ini telah berpindah ke bumi (kuburan).
Suatu kali, seorang ulama diminta berkhutbah membahas tentang keutamaan membebaskan budak. Permintaan pertama kedua, dan berikutnya tidak mau dipenuhi oleh ulama tersebut, sampai pada suatu saat ulama tersebut baru meng iya kan untuk berkhutbah dengan tema membebaskan budak. Ketika ditanya alasannya , kenapa baru kali beliau meng-iya-kan dan tidak dari kemarin kemarin, ulama tersebut menjawab bahwa “saya blum pernah membebaskan budak, maka saya Tanya untuk berbicara tentang keutamaan membebaskan budak. Hingga saya berpikir untuk bisa menabung agar bisa membebaskan budak. Dan saat ini saya telah berhasil membebaskan seorang budak, maka saya berani untuk menyampaikan tema tersebut.
Secara fitrah, memang kita akan merasa berat, bahkan boleh jadi lidah menjadi kelu, saat harus menyampaikan tentang sesuatu yang kita sendiri belum mengamalkannya. Ada beban psykologis yang menggelayut. Memang ada tema yang harus kita sampaikan meski kita belum pernah merasakan dan mengamalkannya, yakni tema tentang “kematian”. Dengan ujian ujian tersebut di atas, sesungguhnya Allah menginginkan agar kita banyak latihan, sehingga nilai suatu konsep yang kita dakwahnya, benar benar telah menginternal di dalam diri ini. Makin banyak latihan, makin mengokohkan dan menghunjamkan konsep kebaikan di dalam diri. Maka bersyukurlah seseoang yang senantiasa mengajak orang lain untuk mengajak kebaikan, karena itu berarti akan banyak latihan yang Allah berikan kepadanya, sehingga makin mahir mengoperasikan diri untuk hidup dalam kebaikan. Wallahu a’lam.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2015/03/27/66478/allah-akan-menguji-kesungguhan-dan-komitmen-kita/

Ustadz Yusuf Mansur; Kalau Pacaran, Hancur Hidupnya!

Zina adalah pangkal kegelapan di dalam hidup. Pacaran adalah salah satu jalan zina dan yang mengantarkan seorang manusia menuju zina besar. Bagaimanakah kengerian akibat zina di dunia dan akhirat? Apakah orang tua mendapat akibat siksa atas zina pacaran yang dilakukan oleh anak-anaknya?
Berikut transkrip ceramah Ustadz Yusuf Mansyur tentang ngeri, mencekam, serta buruknya akibat zina. Semoga Allah Ta’ala melindungi diri, keluarga, dan kaum Muslimin dari segala jenis zina. Aamiin.
Hati-hati ye, Mahasiswa-mahasiswi ye, jangan sampai pingin sekolah tinggi, nikahnya telat, tapi, udah main-main. Hancur hidup ente! Anak muda itu, kalau sudah berzina, hancur hidupnye! Bener! Kalau ente pingin tahu bagaimana rasanya dihancurin Allah, berzina aja. Iya! Biar tahu rasanya kayak apa. Makanya, jangan macem-macem. Kalau jadi mahasiswa atau mahasiwi, yang baik-baik. Kalau emang pacaran, pakai sarung tinju. Jadi gak sempat pegangan. Kalau emang naik motor berdua sama pacar, pakai triplek.
Bener-bener, nih. Jaga betul, jaga betul. Sebab, nih ya, anak-anak sekarang ini kelakuannya masya Allah (baca: mengkhawatirkan). Abis, contohnya televisi. Contohnya televisi. Contohnya televisi. Jadi, pegangan tangan sudah tidak apa-apa. Cium pipi kanan-pipi kiri; gak apa-apa. Padahal, bahayanya itu na’udzubillah
Itu kalau laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim pegangan tangannya, ibunya itu-nanti di dalam kubur-dibawain batu neraka oleh malaikat Zabaniyah. Lah, malaikat Zabaniyah kan tempatnya di neraka, tapi bisa naik tuh ke kuburan (seraya) membawa kerikil. Kerikil (tersebut) sudah dipanasin di neraka berjuta-juta tahun. Kerikil tersebut diletakkan di telapak tangan ibunya, lalu si ibu disuruh menggenggam. Gara-gara menggenggam batu tersebut, ubun-ubun (otak) ibunya hancur. Itu merupkan siksa yang paling rendah bagi seorang ibu (orang tua) jika anaknya berzina.
Makanya, Bu, penting ngasih tahu ke anak, “Sini, nak. Kamu sayang atau tidak sama Emak? Kalau sayang, jangan sampai kamu dipegang oleh orang lain, kecuali suami kamu nanti.”
Bener itu!
Nah, kalau si anak benar-benar berzina, (siksanya) lebih kejam lagi.
Ibu-ibu yang sudah di alam kubur, malaikat Zabaniyah itu naik (ke alam kubur) dengan membawa tombak enam belas mata. Tombak tersebut dihujamkan ke tubuh si mayit (yang anaknya berzina). Hal itu merupakan balasan kepada orang tua karena tidak mendidik anak hingga sampai berzina.
Ibu (yang di alam kubur) bisa mengutuk si anak, “Gak ridha saya. Anak saya mempersembahkan perbuatan buruk!”
Kutukan ibu di alam kubur itu yang membuat si anak hidup susah di dunia sehingga; mencari kerja gak ketemu, begitu kerja tidak cukup, ketika usaha berhutang.
Itu, jawabannya cuma satu; tuubuu illallah, bertaubat kepada Allah.
Serem. Serem. Makanya, jangan main-main! Jangan pacaran! Gak ada judulnya pacaran. Gak ada! Pacaran islami, gak ada! Gak ada pacaran islami! Bener! Gak ada!
Subhanallah deh… Mendingan kita sehat dan selamat daripada urusannya ribet.
Nah, orang-orang ini sekarang sudah tidak belajar urusan ribet. Yang dipelajari hanya urusan enak, tapi urusan ribet tidak dipelajari.
Mudah-mudahan jadi ingetan. Jadi, pas mau dipegang sama pacarnya, (si anak akan bilang), “Maaf, Bang. Gak, Bang. Ntar daripada Emak ane susah. Jadi, kalau Abang mau, lamar aja, Bang.”
Masih mau berpacaran? Na’udzubillahi min dzalik. [Pirman/BersamaDakwah]

Pemilu Turki, AKP Menang Telak


Warga Turki sambut kemenangan AKP (telegraph.co.uk)
Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berhasil memenangkan Pemilu Turki 1 Nopember 2015 dengan kemenangan mayoritas. Partai Erdogan itu meraih suara 49,41 persen, diperkirakan akan menduduki 316 (57 persen) dari 550 kursi yang ada di parlemen. Demikian hasil sementara yang telah mendekati final dengan suara masuk 99,53 persen.
Secara prosentase suara, perolehan AKP ini naik 8,4 poin daripada suara pada Pemilu Juli lalu yang berada di angka 41 persen.
Hasil pemilu Turki 1 Nop 2015 - BBC
Hasil pemilu Turki 1 Nop 2015 (BBC)
Sementara itu, partai oposisi utama CHP berada di posisi kedua dengan perolehan 25,38 persen suara (diprediksi 134 kursi). Yang menarik adalah HDP dan MHP yang peringkat suaranya tidak berbanding dengan perolehan kursi. Secara jumlah suara, MHP berada di posisi ketiga dengan 11,93 suara dan HDP di posisi keempat dengan 10,70 suara. Namun perolehan kursi HDP (59 kursi) lebih besar daripada MHP yang hanya mendapatkan 41 kursi.
Perolehan kursi AKP yang melewati batas 276 kursi memungkinkannya membentuk pemerintah sendiri tanpa harus berkoalisi. Dengan tambahan 60 kursi partai lain (jika berkoalisi), AKP juga bisa melakukan perubahan konstitusi tanpa harus melewati referendum.
Menyambut kemenangan ini, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyebut hasil Pemilu sebagai “kemenangan bagi rakyat dan demokrasi Turki”. [Ibnu K/Bersamadakwah]

Muhammadiyah: Menebar Kebencian di Medsos Adalah Kejahatan

Contoh tweet penebar kebencian.
Tindakan menebar kebencian melalui media sosial (medsos) yang terjadi saat ini termasuk dalam perbuatan ghibah yang dilarang dalam Islam. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Muhammadiyah Sumatera Barat, Bakhtiar.
“Islam mencela setiap perbuatan ghibah karena dapat menjadi provokasi bagi orang lain serta pihak-pihak tertentu yang menimbulkan masalah yang lebih besar,” kata Bakhtiar di Padang, Senin (2/11) seperti dilansir ROL.
Menebar kebencian itu, menurutnya, berbeda dengan memberi kritikan karena dalam hal ini beberapa oknum leluasa memfitnah, menjelekkan pihak tertentu hingga mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan.
Keleluasaan oknum-oknum tertentu dalam menebar kebencian di medsos ini merupakan suatu gambaran tidak adanya batasan demokrasi di Indonesia.
“Demokrasi di negara ini sudah terlalu bebas sehingga perlu mencontoh negara lain yang masih memberikan batasan dalam mengemukakan pendapat dan berdemokrasi, baik itu di ruang publik secara langsung atauapun melalui medsos,” katanya.
Batasan yang diberikan tersebut, lanjutnya, tidak untuk membatasi ruang gerak masyarakat secara utuh, melainkan menjaga agar tidak terjadi fitnah dan penghinaan antarsesama.
“Biasanya kejahatan yang terjadi di masyarakat akan lebih canggih dari yang mengawasi sehingga tindakan yang dilakukan Polri dengan memberi surat edaran pemidanaan untuk penyebar kebencian di medsos harusnya dapat meminimalisir kejadian itu,” ujar dia. [Paramuda/ BersamaDakwah]

Mengenal Batu Surga Bernama Hajar Aswad

softpedia
Meski belum ke Tanah Haram, Anda pasti pernah mendengar tentang Hajar Aswad. Apa itu Hajar Aswad?
Hajar Aswad punya arti batu hitam. Batu yang ada di salah satu sudut Ka`bah yakni di sebelah tenggara dan menjadi tempat mulai dan akhir untuk melakukan ibadah thawaf.
Dalam bingkai dan pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Bentuknya bulat telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah di dalamnya. Dibingkai dengan perak dengan ketebalan kurang lebih 10 cm buatan oleh Abdullah bin Zubair.
Asalnya batu ini dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah muhadits.
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR. Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).
Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.” (HR. Tirmizy, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, At-Tabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Asbahani).
Hajar Aswad, bagaimanapun juga  adalah batu biasa, meski kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”
Wallahua’lam. [Paramuda/BersamaDakwah]

PKPU Berikan Pelatihan dan Simulasi Kebencanaan Kepada Brigif Linud 17 Kostrad

Sinergi PKPU dengan Brigif Linud 17 Kostrad dikhususkan untuk melatih perwira-perwira junior agar siap dan memiliki skill penangulangan di berbagai bencana. (Jaka/Putri/PKPU)
Dakwatuna.com – Jakarta.  Untuk ketiga kalinya dalam 3 tahun terakhir, Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 17  (KOSTRAD) memberikan kepercayaan kepada Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU untuk mentransfer berbagai pengalaman dalam kebencanaan dengan menggelar berbagai simulasi penanganan bencana, Rabu (25/11/15). PKPU menurunkan 3 personil dari Team Disaster Risk Management (DRM) dan 6 personil relawan rescue.
Pelatihan berlangsung selama dua hari pada tanggal 24-25 November 2015. Pada hari pertama, materi yang diberikan adalah simulasi penanggulangan kebakaran dan simulasi kebakaran hutan. Hari kedua materi mengenai water rescue dan sekaligus simulasi pertolongan di air yang dilakukan di danau Pedongkelan Depok, dan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi vertical rescue dilakukan di taman hutan lapangan tembak Brigif.
Sinergi PKPU dengan Brigif Linud 17 Kostrad ini dikhususkan untuk melatih perwira-perwira junior supaya siap dan memiliki skill penangulangan di berbagai bencana. Lettu Didik, salah satu koordinator dalam materi water rescue mengungkapkan bahwa latihan bersama ini sangat bermanfaat bagi mereka untuk menghadapi banjir yang kerap terjadi di Jabodetabek. Selain itu pengalaman melakukan evakuasi vertical rescue dan pemadaman api di hutan dengan mengandalkan alat seadanya merupakan pengalaman yang berharga dan membuat mereka bersemangat dan siap diturunkan di dunia bencana,” katanya
50 perwira Brigif Linud 17 diturunkan untuk mengikuti pelatihan ini dan mereka berharap pada tahun berikutnya PKPU masih bersedia membantu mereka dalam simulasi berikutnya dan bisa bersinergi saat bencana.‎
PKPU membuktikan konsekuensinya untuk latihan bersama Brigif Linud 17 saat pelatihan 2013 yang saat itu dipimpin Komandan Yudi Yudhoyono, dan pelatihan 2014 yang dipimpin oleh Mayor Kunto bahwa PKPU akan selalu siap membantu apabila diperlukan untuk pelaksanaan pelatihan dan simulasi kebencanaan. (Jaka/Putri/PKPU/sbb/dakwatuna)

Sutradara “Ada Surga di Rumahmu” Anggap Syiah Itu Benar?

www.alineatv.com
Beberapa bulan lalu film Ada Surga di rumahmu (ASDR) diisukan kental dengan kesyiahannya karena diproduseri oleh tokoh syiah Indonesia Haidar Bagir. Dengan hadirnya isu tersebut, Sutradara ASDR, Aditya Gumay, membuat klarifikasi seperti dimuat di laman Mizan Production. Benarkah Aditya membela Syiah? Berikut surat klarifikasi itu.

Menanggapi beredarnya LAGI isu tentang fitnah adanya muatan Syiah dlm film ada Surga di rumahku (krn akan ditayang ulang di RCTI) yg saya sutradarai dan di produseri oleh Ust Ahmad al Habsyi serta pak Haidar Bagir (yg di tuduh tokoh Syiah Ind) maka inilah jawaban saya :
Utk masalah syiah di film saya, Itu gosip yg tdk pernah kami (saya dan Mizan) tanggapi. Tapi sekarang Saya mau menjelaskan, supaya masyarakat tdk salah paham dan terhasut fitnah ttg Syiah tsb yg tidak ada seujung kuku pun tersirat di film Ada Surga di rumahmu (ASDR).
Saat isu merebak ketika film beredar pada april tahun 2015, saya malas menanggapi karena khawatir di anggap memanfaatkan Isyu utk promosi film. Sekarang krn film sdh tidak edar lg, saya baru mau bicara. Krn fitnah ini ternyata terus berkelanjutan. Kalau di anggap Mizan (pak Haidar Bagir, pengikut Syiah) saya sungguh meragukan hal itu. Saya telah memproduksi 2 film dng Mizan, Emak ingin Naik Haji (EINH) dan ASDR. Dlm proses produksi (pra, prod dan Pasca) saya sering berkumpul dng pak Haidar yg rendah hati, sholeh, berilmu luas, teliti, memiliki cita rasa seni yg tinggi dan kami sering sholat berjamaah dng cara …. SUNNI ! Demi Allah saya saksikan beliau menjadi imam sholat dng cara SUNNI. Kalau sbg penerbit beliau jg menerbitkan beragam buku termasuk buku ttg syiah, bukankah itu sbg bahan pengetahuan semua orang. Agar dpt belajar berbagai hal utk jadi pembanding dng semua aliran yg ada di agama Islam ?
Ketika saya dan rombongan kemendikbud yg saat itu menterinya masih pak NUH, membuat Pagelaran budaya di Iran. Salah satu acaranya memutar film saya ‘Emak Ingin Naik Haji’ yg ada adegan sholat cara sunni dan ada dialoog pembahasan ttg hadist, saya sdh cemas film saya akan di hujat dan di tinggalkan penonton yg mayoritas masyarakat Iran yg syiah, tp yg terjadi selesai film, banyak penonton memberi saya ucapan selamat (karena panitia memperkenalkan saya ke penonton sbg sutradara filmnya ) dan bahkan beberapa bapak (yg org iran) memeluk saya. Mrk menangis dan sangat terharu dng cerita film tsb. Hari berikutnya, saya sholat di masjid mrk dng cara Sunni. Tak ada satu pun yg menegur atau mengganggu saya.
Selanjutnya di hari berikut saya masuk toko utk beli air mineral, penjaga toko bertanya saya dr mana, saya jawab Indonesia. Dia tersenyum sambil bilang ‘ahaaa Sunni, Sunni” sambil menepuk pundak saya bersahabat. Well, apa tanggapanmu sahabat akhiratku dan sesama Sunni dng ceritaku itu ? Semoga kita terhindar jadi penyebar fitnah yang dosanya lebih kejam dr pembunuhan.
Audzubillahminzalik ! Kalau kawan2 mau share penjelasanku ini silahkan, ya. Agar ummat terhindar dr fitnah.
Aditya Gumay.
[Paramuda/ BersamaDakwah]

Klarifikasi KAMMI, Tentang Kecelakaan Mahasiswi LIPIA

Kampus LIPIA (dok: Manhajuna)
Jumat (20/11) kemarin media daring nasional Detikcom menurunkan berita yang berjudul “Mahasiswi Tertabrak TransJ, Kosasih: Jangan Menyeberang Sembarangan”. Headline ini tentu saja menuai kecaman karena lemah riset dan tidak sesuai fakta lapangan.
Disebutkan pada paragraf kedua yaitu: “Menurut laporan dan foto di lapangan, mereka menyeberang tidak di zebra cross atau tempat penyeberangan yang benar,” kata Kosasih saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (20/11/2015).
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab (LIPIA) mengklarifikasi bahwa hal itu tidak benar.
“Padahal beginilah keadaan asli di depan kampus LIPIA. Jelas-jelas ada zebra cross terbentang di depan kampus.” tulis KAMMI melalui lama jejaring sosial, Sabtu (21/11) seraya menunjukkan gambar seperti di bawah ini.
Depan kampus LIPIA.
KAMMI berharap ke depan Detikcom memberitakan kabar yang benar.
“Karena apa yang kalian (Detikcom) beritakan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak!” tegas KAMMI.
Seperti diketahui, seorang mahasiswi LIPIA bernama Annisa Sholihah (22) meninggal tertabrak bus TransJ saat menyeberang depan kampus Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan. (Paramuda/ BersamaDakwah)

Akhirnya!! Ustadz Maulana dan Trans TV Minta Maaf

Klarifikasi dan permintaan maaf Ustad Maulana dan Trans TV dimediasi oleh Ketua Komisi Dakwah dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI. (facebook Cholil Nafis)
Klarifikasi dan permintaan maaf Ustad Maulana dan Trans TV dimediasi oleh Ketua Komisi Dakwah dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI. (facebook Cholil Nafis)
dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menulis dalam akun Facebook pribadinya, bahwa Ustadz Muhammad Nur Maulana telah meminta maaf atas kata-kata yang salah dalam isi ceramahnya. Permintaan maaf tersebut diungkapkan Ustadz Maulana saat melakukan mediasi antara Ustadz Maulana, pihak Trans TV, dan MUI.
“Ustadz Maulana menyatakan mhn maaf jika ada kata2 dari isi ceramahnya yg salah. Ia menarik ucapannya klo pemilihan pemimpin tdk ada kaitannya dg Islam,” tulisnya, Rabu (18/11).
Selain itu, dia menambahkan, Ustadz Maulana juga menyatakan kembali agar umat Muslim memilih pemimpin yang seiman dan yang baik. Ustadz Maulana, tambah Cholil, juga meminta bimbingan kepada MUI agar dirinya bisa menyampaikan dakwah yang lebih baik. Selain Ustadz Maulana, manajemen Trans TV juga menyatakan bahwa program “Islam Itu Indah” meminta bimbingan MUI dalam siaran-siarannya.
MUI, ungkap dia, menyambut baik koreksi pemirsa dan umat Islam yang menyatakan aspirasinya untuk meluruskan isi ceramah Ustadz Maulana. MUI melihatnya bahwa protes itu adalah bentuk cinta Islam dan semangat memperbaiki dakwah Islamiyah.
“walhamdulillah teman2 pemuda muslim (GPII dan organisasi pemuda muslim lainnya) telah mengoreksi dakwah ustadz Maulana di TransTV ttg Memilih pemimpin seiman,” tambahnya.
MUI, lanjutnya, juga mengapresiasi niat baik Ustadz Maulana dan manajemen Trans TV untuk melakukan klarifikasi (tabayyun – red) terhadap isi ceramahnya sekaligus meminta maaf atas segala kesalahannya.
“MUI siap membimbing Ust. Maulana dalam aktifitas dakwanya. MUI memberi hasil2 fatwa utk memudahkan tema2 dakwah dibtransTV. Mudah2-an semua hal ini menjadi bahan evaluasi bagi dakwah kita dan menjadi pembelajaran sehingga kita menjadi manusia pembelajar,” ujarnya.
Sebelumnya, setelah pernyataan Ustadz Maulana soal kepemimpinan dalam acara “Islam itu Indah” di Trans TV, Senin (9/11) lalu, yang mengatakan bahwa memilih pemimpin politik seperti mengangkat pilot yang tidak perlu melihat agamanya, menuai banyak kecaman.
Diantaranya datang dari Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Mohammad Siddik. Menurutnya, Ustadz Maulana segera bertobat, meralat ucapannya, dan minta maaf kepada pemirsa secara terbuka. “Serta, jangan mengulangi lagi kesalahan serupa di masa mendatang,” pesan Siddik dalam keterangannya seperti yang dilansir Republika.co.id, Senin (16/11/2015). (abr/dakwatuna)